Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-12 02:22:18【Resep Pembaca】606 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(428)
Artikel Terkait
- PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
- Gaya hidup sehat dan latihan beban bantu cegah osteoporosis
- Kriminal kemarin, tersangka korupsi ekspor lalu sabu lewat ayam kecap
- Ade Rai ingatkan masyarakat agar peduli kesehatan sebelum sakit
- Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia
- Dinkes ungkap 7,2 persen anak di Sulbar alami risiko hipertensi
- BGN gelar bimtek penjamah makanan program MBG di Bekasi
- Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025
- Perkuat kemitraan, ASEAN
- Kemendag catat nilai transaksi UMKM BISA Ekspor capai Rp1,8 triliun
Resep Populer
Rekomendasi

Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304

BPOM beri izin edar insulin aspart perluas akses pengobatan inovatif

Ade Rai ingatkan masyarakat agar peduli kesehatan sebelum sakit

8.000 korban erupsi Lewotobi NTT masih ditanggung pemerintah pusat

Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik

Menko PM terima pesan untuk Presiden Prabowo dari siswi SDN Aek Tolang

HIPKA: Ekspor nonmigas tumbuh 8,96 persen tunjukkan minat global naik

Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG